Richard : Halo dan selamat datang dalam acara kami pagi ini.
Kami kedatangan tamu istimewa hari ini, Dr. Terry Tommirot. Beliau akan
membahas buku terbaru beliau “The Dawkins Delusion” (Khayalan Tentang Dawkins).
Terima kasih telah bergabung dengan kami Dr. Tommirot. Kami senang bisa
berbincang-bincang dengan Anda lagi.
Terry Tommirot : Terima Kasih Richard. Senang berada di sini.
Richard : Dr. Tommirot, Anda terkenal sebagai seorang yang
tanpa ragu-ragu mengatakan bahwa Anda tidak percaya pada Richard Dawkins dan
bahwa Anda benar-benar meragukan keberadaan Richard Dawkins. Mengapa demikian?
Terry Tommirot : Ya, saya pikir sangat sederhana, Richard. Anda tidak
boleh menyuruh orang berpikiran sehat untuk percaya pada sesuatu kecuali Anda
punya bukti akan hal itu. Kalau memang benar Dawkins ada mengapa dia tidak
menunjukan dirinya pada saya?
Richard : Jadi menurut pandangan Anda, orang-orang yang
percaya pada Richard Dawkins sedikit bodoh?
Terry Tommirot : Yaaa, dalam pengertian tertentu saya bisa mengerti
kesalahan itu. Orang awam membeli sejumlah buku yang diklaim ditulis oleh
Richard Dawkins, dan karena Si Dawkins tampaknya merupakan penjelasan yang
memadai terhadap keberadaan buku-buku tersebut (mengingat adanya kemiripan
naskah dalam buku-buku tersebut serta alasan lainnya), maka mereka akan
berpegang pada cara berpikir yang lazim dan mengambil kesimpulan yang salah
bahwa Si Dawkins (yang belum pernah mereka lihat dengan mata kepala sendiri)
benar-benar ada.
Richard : Tentu saja ada orang yang mengklaim telah melihat
Richard Dawkins dan bahkan berjabat tangan dengan dia.
Terry Tommirot : Ya, kalau Anda bisa mempercayai mereka!
Richard : Apakah Anda berpikir bahwa mereka semua berdusta?
Terry Tommirot : Saya tidak berkata demikian. Tentu saja dunia ini
tidak kekurangan pendusta. Dan tak dapat disangsikan bahwa orang-orang yang
mengklaim telah “mengalami Richard Dawkins” secara sengaja menceritakan dongeng
tersebut. Tapi seperti Anda ketahui otak manusia itu sangat-sangat rumit.
Mengkhayalkan seorang Dawkins imajiner merupakan permainan masa kanak-kanak.
Cristopher Robbins pernah mengkhayalkan Binker, saya pernah mengkhayalkan
manusia puding berlumpur. Saya curiga sesuatu yang amat mirip dengan hal
tersebut juga terjadi pada orang-orang yang mengklaim telah melihat Richard
Dawkins atau mendengar suaranya atau merasakan sentuhannya.
Richard : Tetapi bukankah buku-buku itu membuktikan
keberadaan Richard Dawkins?
Terry Tommirot : Tidak, tentu saja tidak. Sebagai seorang ilmuwan,
maka tidak ada jawaban terhadap pertanyaan dari mana asal-usul sampah-sampah
tak berguna yang berlabel “Richard Dawkins” itu. Setiap buku tersebut
sebenarnya hanyalah pengaturan sederhana dari 26 huruf dalam abjad. Bahkan
seorang anak pun bisa memahami bahwa kalau orang mengutak-atik vokal dan
konsonan secara acak dalam komputer, dia akan menghasilkan segala macam pola
seperti tulisan dalam buku-buku tersebut. Adalah tugas sains untuk mempelajari
bagaimana huruf-huruf tersusun seperti itu. Dengan mengklaim bahwa Dawkins
adalah penulisnya akan mengakhiri semua upaya pencarian penjelasan yang
menyeluruh dan memuaskan tentang bagaimana buku- buku tersebut sampai ada tanpa
perlu membicarakan hipotesis “Dawkins of the Gap” yang telah didiskreditkan dan
bersifat takhyul itu.
Richard : Tapi mungkin ada orang yang menunjuk pada fakta bahwa
huruf-huruf itu disusun berdasarkan pola-pola tertentu dan membentuk rantai
argumen yang canggih. Ini adalah tanda yang jelas akan adanya kecerdasan dan
bukan kejadian yang acak.
Terry Tommirot : Kalau memang ada kecerdasan di balik buku-buku itu,
maka dengan menilai dari isinya jelas bahwa kecerdasan itu adalah kecerdasan
tingkat rendah. Kita tidak kehilangan apa-apa kalau tidak percaya pada Richard
Dawkins atau apa yang dikatakan buku-buku itu. Pandangan ilmiah tentang masalah
ini sangat sederhana dan menyegarkan. Karya Richard Dawkins tidak lebih dari
kumpulan a, b, c yang tersusun secara acak dan merupakan rekombinasi dari
pola-pola yang sudah ada sebelumnya. Ada abjad Latin, ada puisi omong kosong
Edward Lear, lalu ada pula karya Richard Dawkins. Yang satu berkembang dari
yang lainnya lewat serangkaian kesalahan pengetikan acak walaupun harus diakui
bahwa kita belum mendapatkan secara detail penjelasannya sekarang.
Richard : Jadi Anda mengakui bahwa sains belum memiliki
penjelasan tentang asal-usul buku-buku tersebut?
Terry Tommirot : Saya belum memiliki semua jawabannya. Sains sedang
melakukan penelitian tentang hal itu.
Richard : Lalu bagaimana Anda percaya bahwa sains akan
mendapat jawabannya?
Terry Tommirot : Kalau sains tidak mendapatkan jawaban tentang
asal-usul buku-buku itu, maka saya yakin, seyakin-yakinnya, kalau agama yang
mempercayai Richard Dawkins tidak akan mendapatkan jawabannya pula. Kalau
memang Si Dawkins merancang buku-buku tersebut, lalu siapa yang merancang Si
Dawkins? Tolong katakan pada saya!
Richard : Kita lanjutkan pembicaraan kita, Dr. Tommirot.
Dalam buku Anda, Anda menulis bahwa Si Dawkins yang terdapat dalam literatur
adalah seorang penggertak yang suka pamer, bermulut tajam, congkak, pengecut,
tukang fitnah, tukang cela, tukang kritik, tukang cari masalah, berhati pahit,
obsesif, dan bombastik.
Terry Tommirot : Ya, menurut saya gambaran itu cukup adil.
Richard : Mungkin beberapa orang berkata itu keterlaluan.
Terry Tommirot : [dengan nada tinggi] Baca Richard Dawkinsmu, kalau
memang engkau berpendapat demikian! Baca saja! Baca “A Devil’s Chaplain”!
Selain tidak ada bukti tentang adanya kecerdasan sama sekali di balik paragraf
buku-buku itu, Anda akan mendapati ketiadaan toleransi dan kefanatikan1 dalam
setiap bab. Semua ini merupakan alasan yang sangat baik untuk percaya bahwa
semua buku ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama yang mempercayai
Richard Dawkins.
Richard : Dr. Tommirot, Anda mengatakan bahwa kepercayaan
yang meluas pada Richard Dawkins merupakan khayalan yang berbahaya. Namun apa
salahnya kalau orang percaya pada Richard Dawkins jika hal itu membuat mereka
bahagia?
Terry Tommirot : Ya, alasannya sangat jelas; mereka percaya apa yang
dikatakan semua buku yang mencantumkan nama Dawkins pada sampulnya dan
buku-buku itu mengatakan banyak hal yang sangat tolol. Kepercayaan pada seorang
Dawkins telah bertanggung jawab akan penuhnya dunia internet dengan non
sequituur2, karikatur, straw man, dan cercaan. Para murid Dawkins sangat
militan. Mereka terorganisir dengan baik dan mereka sudah menyebar untuk
mempertobatkan Anda dan saya. Ya, saya pasti menyebutnya khayalan berbahaya.
Kalau memang Richard Dawkins itu ada, dia harus bertanggung jawab atas semua
ini.
Richard : Sebagai kesimpulan Dr. Tommirot, menurut Anda apa
keberatan utama Anda terhadap kepercayaan pada Richard Dawkins?
Terry Tommirot : Keberatan utama saya sederhana saja: orang percaya
apa saja yang dikatakan “Si Dawkins Khayalan” tentang segala sesuatu, sedangkan
mereka harusnya mempercayai apa yang saya katakan.
Richard : Waktu kita sudah habis, Terima kasih banyak Dr.
Tommirot karena telah bergabung dengan kami pagi ini untuk membicarakan buku
terbaru Anda “The Dawkins Delusion” yang diterbitkan oleh “Banter and Toddle”
dan dapat dipesan dari situs kami seharga 99.99 Pound.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar