Sulaiman Djaya - Remy Sylado | Selvi Sulistiani & Encep Abdullah | Sastr...
Sulaiman Djaya | Sastra Malam di Udara | Rony M Khalid | Teater & Sastra...
Sulaiman Djaya | Solilokui & Monolog | Abad Mesin
Sastra Malam di Udara | Sulaiman Djaya & Rony M Khalid | Serang Gawe FM
Arif Sodakoh & Hendra Setiawan | Serang Gawe FM | Sastra Malam di Udara ...
Sulaiman Djaya | Bila Aku Mati | Rony M Khalid
BILA AKU MATI
(Puisi Sulaiman Djaya)
Sudah lama tak ada tamu di pintuku:
padahal aku telah menyalakan malam.
Bintang-bintang di langit
seperti kota-kota yang sepi
dan betapa jauh dari bumi.
Adakah di sana
kelak tempatku?
Saatku mati
dan lupa kepada puisi.
Sungguh aku
selalu rindu kematian
bila sunyi tak lagi bisa kupadamkan.
Membayangkan waktu seperti rusa-rusa
di hutan-hutan senja
yang ditinggalkan gerimis
dan matahari.
Ketika sabana dan lereng-lereng lembab
dikepung gaib cakrawala.
Tak ada hasratku untuk bertanya
di mana surga berada
apalagi memikirkan dunia mana
yang pertama ada dan terjaga.
Dan barangkali langit
akan jadi rumahku nanti.
(2015)
Sumber: Indo Pos 2 Agustus 2015
Sulaiman Djaya | SAMARA | Rony M Khalid (2)
Sulaiman Djaya | Gambar Senja Seorang Pelukis | Pelukis Salim
Gambar Senja Sang Pelukis
–tentang pelukis Salim
Puisi Sulaiman Djaya
Ia gambar jalan setapak
Dengan warna merah muda
Dan langit dari jendela kaca
Khusyuk menjahit pecahan lanskap.
Terkadang ia kagum
Saat membuka album lama
Memandang sejenak
Orang yang tak lagi dikenalnya.
Di sebuah hari yang tak rampung itu
Ada sore yang luntur
Dan seekor burung melintas
Diantara dua cerobong asap.
‘Ah kenangan’, gumamnya,
‘Seperti butir-butir salju yang gugur’.
Senja memang hampir kandas
Seperti sisa warna di ujung kuas.
Dan salju memang terus luruh
Di depan matanya yang jauh
Dan saat itu ia teringat tanah kelahiran
Bersama malam yang baru datang.
(2011)
Sumber: Mazmur Musim Sunyi (Kumpulan Sajak Sulaiman Djaya), Kubah Budaya
2013, halaman 77.




