Label

Sulaiman Djaya - Remy Sylado | Selvi Sulistiani & Encep Abdullah | Sastr...

 

Pembacaan puisi berjudul 'Di Kota Ini' karya penyair Sulaiman Djaya oleh Selvi Sulistiani dan musikalisasi puisi karya Remy Sylado oleh Encep Abdullah di program Sastra Malam di Udara Radio Serang Gawe FM edisi 25 Maret 2021.




Sulaiman Djaya | Sastra Malam di Udara | Rony M Khalid | Teater & Sastra...

 


Program Sastra Malam di Udara Radio Serang Gawe FM edisi 4 Maret 2021 bersama penyair Sulaiman Djaya dan pegiat teater dan guru seni Rony M Khalid yang dipandu Kang Martin.

Sastra Malam di Udara | Sulaiman Djaya & Rony M Khalid | Serang Gawe FM

 

Pembacaan puisi 'Di Kota Ini' karya Sulaiman Djaya oleh penyairnya dan puisi berjudul 'Diari' karya penyair Sulaiman Djaya oleh pegiat dan pengajar teater Rony M Khalid di acara Sastra Malam di Udara Radio Serang Gawe FM edisi 4 Maret 2021.

Arif Sodakoh & Hendra Setiawan | Serang Gawe FM | Sastra Malam di Udara ...

 

Arif Sodakoh dan Hendra Setiawan dari Teater Kafe Ide di program Sastra Malam di Udara (SAMARA) edisi 18 Maret 2021.

Sulaiman Djaya | Bila Aku Mati | Rony M Khalid

 

BILA AKU MATI 

(Puisi Sulaiman Djaya)

Sudah lama tak ada tamu di pintuku:
padahal aku telah menyalakan malam.

Bintang-bintang di langit
seperti kota-kota yang sepi

dan betapa jauh dari bumi.
Adakah di sana

kelak tempatku?
Saatku mati

dan lupa kepada puisi.
Sungguh aku

selalu rindu kematian
bila sunyi tak lagi bisa kupadamkan.

Membayangkan waktu seperti rusa-rusa
di hutan-hutan senja

yang ditinggalkan gerimis
dan matahari.

Ketika sabana dan lereng-lereng lembab
dikepung gaib cakrawala.

Tak ada hasratku untuk bertanya
di mana surga berada

apalagi memikirkan dunia mana
yang pertama ada dan terjaga.

Dan barangkali langit
akan jadi rumahku nanti.

(2015) 

Sumber: Indo Pos 2 Agustus 2015

Sulaiman Djaya | SAMARA | Rony M Khalid (2)


Program Sastra Malam di Udara Radio Serang Gawe FM bersama penyair Sulaiman Djaya dan pegiat teater dan guru seni Rony M. Khalid yang dipandu Kang Martin ngobrolin kreativitas di masa pandemi sembari membaca puisi, 4 Maret 2021. 



Sulaiman Djaya | Gambar Senja Seorang Pelukis | Pelukis Salim

 

Gambar Senja Sang Pelukis

–tentang pelukis Salim

 

Puisi Sulaiman Djaya

 

Ia gambar jalan setapak

Dengan warna merah muda

Dan langit dari jendela kaca

Khusyuk menjahit pecahan lanskap.  

 

Terkadang ia kagum

Saat membuka album lama

Memandang sejenak

Orang yang tak lagi dikenalnya.

 

Di sebuah hari yang tak rampung itu

Ada sore yang luntur

Dan seekor burung melintas

Diantara dua cerobong asap.

 

‘Ah kenangan’, gumamnya,

‘Seperti butir-butir salju yang gugur’.

Senja memang hampir kandas

Seperti sisa warna di ujung kuas.

 

Dan salju memang terus luruh

Di depan matanya yang jauh

Dan saat itu ia teringat tanah kelahiran

Bersama malam yang baru datang.

 

(2011)

 

Sumber: Mazmur Musim Sunyi (Kumpulan Sajak Sulaiman Djaya), Kubah Budaya 2013, halaman 77.